HALSEL, Trustactual.com — Warga Desa Paisumbaos, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengamankan dua orang yang diduga hendak melakukan pencurian mesin tempel pada Rabu malam. Keduanya disebut menyasar dua unit bodi perahu yang masih dilengkapi mesin, sebelum aksi tersebut diketahui warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Trustactual.com dari siaran langsung akun Tiktok Suriati, kedua terduga pelaku masing-masing berinisial R, yang biasa dipanggil La Umpe Desa Madapolo (Sabla Aer), Kecamatan Obi Timur, serta F, yang biasa dipanggil Fandi dari Desa Palamea Kecamatan Kasiruta Barat, yang awalnya iya mengaku sebagai warga Loid Kecamatan Bacan Barat utara. Namun identitas keduanya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan aksi tersebut melibatkan empat orang. Dua orang berhasil melarikan diri, sementara dua lainnya diamankan warga.
Dugaan pencurian diketahui setelah warga mendapati aksi mereka saat membuka baut pengait dua mesin tempel berkapasitas 15 PK dan 40 PK milik warga Desa Paisumbaos telah. Kedua mesin tersebut diduga hendak diangkut dan dibawa kabur sebelum aksi itu diketahui warga.
Setelah kejadian terungkap, kedua orang tersebut diamankan warga dan dibawa ke rumah salah satu sesepuh Desa Paisumbaos. Mereka dilaporkan berada di lokasi tersebut sambil menunggu kedatangan aparat kepolisian untuk dijemput dan dibawa ke Polres Halmahera Selatan guna menjalani pemeriksaan.
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan, kedua terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga. Namun, masyarakat kemudian mengamankan situasi sambil menunggu pihak kepolisian. Kondisi keduanya serta kronologi lengkap kejadian tersebut masih memerlukan konfirmasi dari aparat terkait.
Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap dugaan pencurian bodi perahu dan mesin tempel yang disebut kerap terjadi di wilayah Halmahera Selatan. Mesin gantung berkapasitas 15 PK hingga 40 PK menjadi salah satu jenis mesin yang dikhawatirkan warga karena digunakan untuk menunjang aktivitas nelayan dan transportasi laut.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kejadian tersebut, memeriksa kedua terduga pelaku, serta mengusut kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti. Warga juga meminta peningkatan pengawasan keamanan agar kejadian serupa tidak kembali merugikan masyarakat pesisir.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap kedua orang tersebut, status hukum, serta perkembangan penanganan perkara masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian. Redaksi Trustactual.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang konfirmasi bagi pihak-pihak terkait.



Tinggalkan Balasan