Maluku Utara, Trustactual.com – Setelah video viral yang memperlihatkan anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan yang menyeberangi sungai setiap pergi dan pulang dengan bantuan guru, bahkan para guru harus menggendong satu per satu agar selamat. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, langsung merespons dan menjanjikan solusi nyata. pada Jumat (21/11)
Dalam rekaman yang menyentuh banyak hati masyarakat itu, tampak para siswa pulang dan pergi sekolah dengan kondisi basah dan berlumpur karena harus melintasi sungai tanpa fasilitas penyeberangan yang memadai. Video tersebut mendapat respons cepat dari publik dan menjadi perhatian luas di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sherly memastikan akan membangun jembatan gantung tepat di titik penyeberangan yang setiap hari dilalui anak-anak. Pembangunan dijadwalkan dimulai pada Desember ahir tahun ini.
Sherly juga berencana melakukan kunjungan jika pembangunan jembatan telah selesai, yaitu di bulan Januari 2026 mendatang.
Melalui caption di akun Instagram resminya, Jumat (21/11), Sherly menuliskan:
“Adek-adek, maaf ya selama ini nyebrang ke sekolahnya basah. Ibu akan bangunkan jembatan gantung di bulan Desember ini bersama Kakak-kakak Vertikal Rescue Indonesia. Mudah-mudahan akhir Januari 2026 ke sekolahnya sudah nggak basah lagi. Kirim peluk jauh… nanti Ibu ke sana jumpa kalian ketika jembatan gantungnya sudah jadi ya.”
Gubernur juga mengajak warga yang mengalami kendala serupa untuk mengisi formulir pendataan resmi melalui tautan: http://bit.ly/JembatanSekolah agar dapat dibangun sekaligus karena banyak orang baik yang telah menyumbang.
Sherly menegaskan bahwa laporan warga akan menjadi dasar, serta menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan dengan bekerja sama dan melibatkan Vertikal Rescue Indonesia dalam kolaborasi infrastruktur akses pendidikan tersebut.
“Kami sudah melakukan survei ke lapangan & Lama pembangunan jembatan sekitar 1 bulan, panjang jembatan 70 meter, dan masa kerja jembatan sekitar 2–3 minggu,” ucap Tedi Ixdiana dari Vertikal Rescue Indonesia.
Ia berharap jembatan yang direncanakan dapat selesai dan digunakan pada Januari 2026, sehingga anak-anak Desa Bobo tak lagi harus mempertaruhkan keselamatan untuk berangkat sekolah.
Langkah cepat Sherly ini dinilai sebagai bentuk respon terbaik gubernur di tahun 2025.
Redaksi : Trustactual.com








Tinggalkan Balasan