HALSEL, TrustActual.com – Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Kabupaten Halmahera Selatan siap menggelar aksi besar pada Senin, 1 Desember 2025, sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan pelanggaran serius dalam pendistribusian serta penyaluran BBM oleh PT Babang Raya Persero.
GPM menilai perusahaan tersebut telah menjalankan praktik distribusi BBM yang tidak transparan, tidak akuntabel, dan mengabaikan kepentingan publik. Dugaan penyimpangan itu dinilai cukup kuat untuk menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Aksi dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIT dengan titik kumpul di Tugu Ikan Tomori, sebelum massa bergerak ke sejumlah instansi terkait, yakni Disperindag, PTSP, Polres Halsel, DPRD Halsel, dan Kantor Bupati. Sekitar 50 orang dipastikan turun membawa tuntutan agar pemerintah tidak membiarkan perusahaan yang diduga bermain dalam distribusi energi strategis.
Koordinator aksi GPM menegaskan pihaknya sudah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan permainan harga dan pola distribusi BBM jenis solar. Salah satunya adalah keluhan soal harga jual solar yang mencapai Rp11 ribu per liter, jauh di atas ketentuan resmi.
Selain itu, ditemukan pula dugaan adanya mobil-mobil tertentu yang bisa mengantre 2 hingga 3 kali dalam sehari, sehingga memunculkan kecurigaan adanya kerja sama antara oknum perusahaan dan sopir tertentu untuk memanipulasi distribusi.
“Temuan-temuan ini bukan lagi sekadar isu. Kami mencium adanya pola permainan yang merugikan masyarakat. Karena itu kami tidak tinggal diam,” tegas koordinator aksi.
GPM menilai bahwa jika dugaan penyimpangan ini benar, maka tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat dan pelanggaran terhadap aturan distribusi energi.
“Aksi ini adalah peringatan keras. Jika dugaan pelanggaran ini terbukti, maka tidak boleh ada kompromi. Perusahaan harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar perwakilan GPM.
Aksi yang digelar secara damai tersebut dipastikan akan membawa tekanan kuat terhadap PT Babang Raya Persero, sekaligus mendesak aparat dan pemerintah agar segera mengambil langkah tegas.
Redaksi: Raf – Trustactual.com








Tinggalkan Balasan