TRUSTACTUAL.COM — Dugaan kelebihan muatan terjadi pada KM Sumber Raya 04 yang melayani rute Pelabuhan Bastiong–Kupal–Obi, Kamis (27/02/2026). Kondisi kapal yang memadukan penumpang dan barang dalam jumlah besar itu memicu sorotan terhadap aspek keselamatan pelayaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kapal bertolak dari Pelabuhan Bastiong sekitar pukul 21.30 WIT dan tiba di Pelabuhan Kupal pada pukul 08.00 WIT keesokan harinya. Setelah sandar, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju Obi sekitar pukul 10.00 WIT.
Sejumlah penumpang mengeluhkan padatnya muatan di dalam kapal. Area palka dilaporkan penuh, sementara barang-barang logistik seperti karung sayuran dan bawang merah meluber hingga ke Dek 1 dan Dek 2 yang juga difungsikan sebagai ruang penumpang.

Situasi tersebut membuat ruang gerak penumpang menjadi sangat terbatas. Bahkan, berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, seorang bayi berusia sekitar delapan bulan terlihat tidur di sela-sela tumpukan karung muatan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan terkait standar keselamatan dan kenyamanan selama pelayaran.
Salah satu penumpang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa atas situasi tersebut.
“Kami mempertanyakan mengapa kapal tetap diizinkan berlayar dalam kondisi seperti ini. Jika terjadi sesuatu di laut, bagaimana proses evakuasinya? Ini menyangkut keselamatan penumpang,” ujarnya.
Penumpukan barang di area dek penumpang berpotensi menghambat akses keluar-masuk serta jalur evakuasi darurat. Selain itu, kelebihan muatan dapat memengaruhi stabilitas kapal, terutama apabila menghadapi cuaca buruk di perairan terbuka.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kapal maupun otoritas pelabuhan terkait dugaan overkapasitas tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada instansi terkait, termasuk pihak syahbandar dan pengawas pelabuhan, guna memperoleh klarifikasi.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keselamatan pelayaran, khususnya pada kapal penumpang yang juga mengangkut barang dalam jumlah besar. Keselamatan manusia semestinya menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi laut.








Tinggalkan Balasan