TRUSTACTUAL.COM — Bidang Media dan Propaganda Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Selatan mengimbau masyarakat Maluku Utara, khususnya di Halmahera Tengah (Halteng), agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, baik di ruang publik maupun media sosial.

Kepala Bidang Media dan Propaganda GMNI Halsel, Yusri Dukomalamo, menyampaikan bahwa arus informasi saat ini sangat cepat, namun tidak seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya. Kondisi ini dinilai berpotensi memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Informasi yang tidak didukung data dan sumber yang jelas berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” ujarnya.

Yusri menekankan pentingnya peningkatan literasi informasi, terutama dalam menyikapi konten di media sosial yang kerap beredar tanpa proses verifikasi yang memadai.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan secara bijak, berbasis data, serta tetap menjunjung etika komunikasi publik.

“Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta, bukan asumsi yang dapat memperkeruh suasana,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

GMNI Halmahera Selatan, lanjut Yusri, berkomitmen untuk terus mendorong edukasi publik terkait pentingnya berpikir kritis dan menjaga etika dalam bermedia.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan kedamaian di Halmahera Tengah melalui sikap saling menghargai, klarifikasi informasi, serta dialog yang konstruktif.

“Mari kita utamakan persatuan dengan bersikap bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya,” tutupnya.