TRUSTACTUAL.COM — Fenomena petir dengan intensitas tinggi mengguncang wilayah Bacan pada Sabtu malam (11/4/2026). Dalam satu momen, terlihat 2 hingga 3 sambaran kilat muncul hampir bersamaan dari langit, disertai suara guntur yang sangat keras dan mengagetkan warga.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terutama karena banyaknya pohon rindang yang berada di dekat permukiman dan sepanjang ruas jalan utama di wilayah Halmahera Selatan khususnya di Depan Kantor Kelapa Sawit (PT.GMM) Hidayat-Babang & Depan PUPR/BAPPEDA serta Polres menuju Tomori-Hidayat
“Suara petirnya sangat kuat, dan kilatnya seperti menyambar berulang. Kami takut kalau sampai kena pohon besar di dekat rumah, di hidayat & Tomori.” ujar salah satu warga Bacan.
Fenomena ini merupakan bagian dari aktivitas badai petir yang umum terjadi saat cuaca lembap dan hujan, namun tetap berpotensi menimbulkan risiko serius, terutama:
- Sambaran petir ke pohon tinggi
- Pohon tumbang akibat tanah basah dan angin
- Gangguan jaringan listrik dan keselamatan warga
Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat terhadap kurangnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan pohon-pohon rindang yang dinilai rawan.
Warga menilai, upaya pemangkasan atau penebangan pohon yang berpotensi membahayakan masih belum maksimal dilakukan secara berkala.
“Hal tersebut dinilai sangat penting. Mencegah lebih baik daripada sudah terjadi hal yang tidak diinginkan baru mereka ambil alih untuk melakukan penebangan,” ungkap warga dengan nada khawatir.
Masyarakat berharap dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan instansi teknis lainnya, segera melakukan:
- Pendataan pohon rawan tumbang
- Pemangkasan cabang yang terlalu lebat
- Penebangan pohon tua yang berisiko tinggi
- Peningkatan respons cepat saat cuaca ekstrem
Langkah preventif dinilai krusial guna meminimalisir potensi bencana di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Peristiwa petir hebat ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga tidak hanya bergantung pada kondisi alam, tetapi juga kesiapsiagaan pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko.
Penulis: Raf TrustActual.com
Sumber: Hasil pantauan dan laporan warga








Tinggalkan Balasan