namamu jalan pulang yang tak ku kenal lagi,
aku mencari jiwaku di sepanjang sungai tanpa muara
dan asmaMu menuntunku menyelami samudera yang tak berpalung.
Baca Juga:Nyanyian Yang Tak Bisa Dibungkam
duhai, siapa gerangan yang melenakanku,
lalu pergi melepas arumi dari sandaran kalbu
Baca Juga:PUISI BUKAN JALAN KITA
sementara pena menghantui bayangan sendiri.
Yaa Al-Wadudd.
lambat laun ia pun sirna dari pandangan
dan Kau sisipkan fuad
untuk menyadari
bahwa Kau masih disisiku.
sungguh aku bertelanjang kaki
memasuki rumah yang terbakar
dan dari pintu-pintunya
bertuliskan, ada cinta yang masih utuh.
-R-



Tinggalkan Balasan