Trustactual.com – Sebuah unggahan dari akun Pandawara Group kembali menjadi perhatian publik setelah menyampaikan keresahan soal alih fungsi hutan di Indonesia. Melalui postingan di media sosial, kelompok anak muda yang dikenal aktif membersihkan sungai dan pantai itu menulis gagasan sederhana namun menggelitik: bagaimana jika masyarakat Indonesia bersatu dan berdonasi untuk membeli hutan, agar kawasan tersebut tidak lagi dialihfungsikan?
Dalam unggahan tersebut, tampak visual berbagai aktivitas lingkungan — mulai dari aksi bersih-bersih sampah hingga potret lahan hutan yang telah berubah menjadi kawasan gundul. Tulisan di postingannya menyebutkan:
“Tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan.”
Gagasan ini langsung memicu pembahasan luas di media sosial. Banyak warganet menilai ide itu sebagai bentuk keputusasaan publik atas kerusakan lingkungan yang kian masif, namun sekaligus menjadi simbol harapan bahwa gerakan masyarakat bisa memberi pengaruh besar.
Unggahan Pandawara ini memancing berbagai reaksi dari beberapa figur publik maupun masyarakat umum. Mereka memberikan komentar bernada semangat, kritik, bahkan kekesalan terhadap kondisi pengelolaan lingkungan saat ini.
Aktor dan kreator konten Denny Sumargo memberikan respon mencolok. Melalui kolom komentar ia menulis:
“1 miliar pertama gw!”
Komentarnya membuat publik ramai, sebagian menafsirkan sebagai dukungan moral, sebagian lain melihatnya sebagai ajakan agar para tokoh publik turut menggerakkan donasi besar-besaran untuk penyelamatan hutan.
Aktris Adhitya Putri menuliskan komentar bernada emosional:
“Rebut kembali kedaulatan negeri ini dan hutan kita!!! 😭✊”
Komentar tersebut disambut ribuan suka, menunjukkan bahwa keresahan soal kerusakan lingkungan kini makin dirasakan masyarakat luas.
Konten kreator Agita Violy menulis komentar yang cukup tajam:
“Ini beneran rakyat vs pamarenta😂”
Komentar ini menuai beragam respon, ada yang setuju karena merasa masyarakat seperti harus bergerak sendiri menjaga lingkungan, namun ada juga yang menilai bahwa upaya penyelamatan hutan seharusnya tidak dibebankan pada rakyat semata.
Viralnya postingan ini mempertegas meningkatnya kepedulian publik terhadap isu deforestasi, terutama setelah banyak beredar foto dan video pembukaan lahan besar-besaran di berbagai daerah.
Aksi Pandawara Group yang selama ini dikenal fokus pada kebersihan sungai, kini dianggap memasuki arena advokasi yang lebih luas, yaitu menyuarakan perlindungan hutan dan mendorong tanggung jawab lebih besar dari para pemangku kebijakan.
Beberapa warganet juga menilai ide “beli hutan” menunjukkan betapa masyarakat merasa kehilangan ruang hidup dan ruang hijau yang terus menyusut. Sementara sebagian lain menilai hal itu sebagai bentuk satir, karena penyelamatan hutan seharusnya menjadi kewajiban negara.
Gagasan Pandawara Group ini mungkin hanya sebuah renungan spontan, namun antusiasme publik menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak lagi dipandang sebagai persoalan pinggiran. Dukungan, kritik, dan candaan yang muncul justru memperlihatkan bahwa masyarakat mulai bersuara lantang untuk mempertahankan hutan sebagai warisan masa depan.
TrustActual.com akan terus mengikuti perkembangan respons publik serta langkah-langkah nyata yang mungkin muncul setelah viralnya gagasan ini.








Tinggalkan Balasan