HALSEL, TrustActual.com — Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Bacan Timur Selatan kembali menjadi sorotan. Sejumlah putra daerah mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera memberikan perhatian serius terhadap kerusakan ruas jalan yang dinilai telah menghambat aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga akses pelayanan dasar masyarakat. Kamis (05/02)

Desakan tersebut disampaikan oleh Kasim Moksin, salah satu tokoh pemuda Bacan Timur Selatan, yang menilai sebagian besar ruas jalan di wilayah itu berada dalam kondisi rusak berat. Kerusakan semakin parah saat musim hujan tiba, di mana permukaan jalan berubah menjadi lumpur tebal disertai lubang dalam yang membahayakan pengguna jalan.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar. Selain itu, warga di desa-desa terpencil juga mengalami hambatan dalam menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan akibat akses transportasi yang tidak memadai.

Tak hanya soal kerusakan fisik jalan, persoalan lain yang belum terselesaikan juga menjadi perhatian, yakni sengketa lahan pada ruas Silang–Liaro yang hingga kini masih menyisakan pemblokiran jalan oleh warga. Pemblokiran tersebut dipicu belum tuntasnya pembayaran lahan yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan jalan oleh pemerintah daerah.

Kasim menegaskan, pemerintah daerah perlu segera mempercepat proses perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan proyek infrastruktur jalan agar persoalan tidak berlarut-larut. Ia juga mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan Kementerian PUPR maupun instansi terkait lainnya guna memperoleh dukungan teknis dan pendanaan yang lebih kuat.

Sorotan ini memperlihatkan bahwa infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ketika akses terputus, maka pelayanan publik, distribusi hasil pertanian, dan kualitas hidup warga ikut terhambat. Tutup Kasim

 

Redaksi : Iswan – Trustactual.com