HALSEL, Trustactual.com – Isu keterbukaan dana desa kembali mencuat di Desa Papaceda. Himpunan Pelajar Mahasiswa Papaceda (HPMP) menggelar aksi demonstrasi yang ditujukan kepada Kepala Desa Papaceda, Amir Wael, terkait dugaan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran dana desa.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Facebook @Hasbul di tayang di Grup Info Halsel 24 Jam lalu, dengan total anggota 14 Ribu Lebih, yang menyebutkan bahwa persoalan desa kerap berkaitan dengan kurangnya transparansi penggunaan dana desa oleh pemerintah desa.

Dalam pernyataan yang dikutip dari media sosial tersebut, HPMP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah desa, antara lain:

1. Meminta transparansi anggaran pemberdayaan masyarakat sebesar Rp161.000.000.

2. Meminta transparansi anggaran BUMDes sebesar Rp50.000.000.

3. Meminta kejelasan anggaran penanggulangan bencana sebesar Rp50.000.000.

4. Mendesak pencopotan bendahara desa.

HPMP juga menyatakan bahwa hingga saat ini kepala desa dinilai belum memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan dana desa dimaksud. Situasi tersebut disebut memicu kekecewaan, yang berujung pada aksi pemalangan kantor desa oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HPMP.

Dalam unggahan yang sama, disampaikan pula kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak terbuka kepada masyarakat. “Kekuasaan tanpa kontrol rakyat hanyalah bentuk penjajahan,” demikian kutipan yang tertulis dalam pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Papaceda terkait tuntutan yang disampaikan HPMP.

Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, sekaligus menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.**