TRUSTACTUAL.COM — Kekhawatiran terhadap potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan di sejumlah wilayah Maluku Utara. Gangguan pasokan di tingkat lokal, ditambah meningkatnya tekanan harga energi global, memicu keresahan masyarakat, terutama di daerah dengan aktivitas industri tinggi.
Sejumlah warga di berbagai kabupaten melaporkan bahwa distribusi BBM tidak selalu stabil. Kelangkaan kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu, khususnya malam hari, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tingkat global, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian. Jalur strategis seperti Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu titik krusial distribusi energi dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi harga minyak mentah global, meskipun dampak langsung terhadap distribusi BBM dalam negeri masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa kondisi global tersebut secara langsung menyebabkan kelangkaan BBM di Maluku Utara. Pengamat menilai persoalan distribusi lokal dan pengawasan di lapangan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.
Di Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya wilayah Lelilef dan Waibulen, situasi dirasakan lebih nyata oleh masyarakat. Warga mengeluhkan harga BBM eceran yang melonjak dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu warga menyebutkan bahwa pasokan BBM di tingkat pengecer sering kali habis pada malam hari, yang kemudian diikuti dengan kenaikan harga secara signifikan.
“Kalau malam, minyak sering kosong di depot maupun pom mini. Ada yang jual sampai Rp35 ribu bahkan Rp50 ribu per botol,” ungkap warga kepada Redaksi (26/03)
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya praktik penahanan stok oleh oknum tertentu, yang kemudian menjual BBM dengan harga tinggi saat permintaan meningkat. Situasi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya di kawasan lingkar tambang yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera melakukan langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan harga tetap terkendali.
Pengawasan terhadap pelaku usaha BBM eceran dinilai perlu diperketat guna mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat luas. Selain itu, transparansi distribusi dari tingkat depot hingga pengecer juga menjadi tuntutan warga.
Penulis: Redaksi TrustActual.com
Sumber: Wawancara warga dan informasi lapangan








Tinggalkan Balasan