TRUSTACTUAL.COM — Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera menuntaskan pembangunan ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Kayoa dan Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan.

Desakan tersebut disampaikan Ketua BARAH, Ady Hi Adam, menyusul kondisi jalan yang hingga kini disebut masih menyisakan sekitar 10 kilometer ruas berbatuan dan belum tersentuh pembangunan maksimal.

Menurut Ady, ruas jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas antarwilayah bagi warga dua kecamatan.

“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama untuk kepentingan ekonomi dan pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Kayoa dan Kayoa Utara,” ujar Ady, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang belum memadai kerap memicu kecelakaan tunggal, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut. Bahkan, menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) beberapa waktu lalu, warga yang hendak menghadiri kegiatan itu dilaporkan mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan berbatuan.

Dok: Warga yang hendak menghadiri kegiatan MTQ Beberapa Waktu Lalu dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan Kecamatan Kayoa dan Kayoa Utara yang belum Rampung (Sumber: Ady Hi Adam)

Selain menghubungkan dua kecamatan, ruas jalan tersebut juga menjadi akses menuju pelabuhan feri yang melayani transportasi masyarakat Kayoa dan Kayoa Utara. Aktivitas penyeberangan feri yang berlangsung tiga kali dalam sepekan membuat arus mobilitas warga di jalur itu cukup tinggi.

Ady menilai kondisi jalan semakin berisiko karena jadwal kedatangan feri sering berlangsung pada malam hari, sementara kondisi jalan dinilai belum layak dan minim kenyamanan bagi pengendara.

“Ketika feri masuk malam hari, masyarakat harus melewati jalan berbatuan dalam kondisi gelap. Ini sangat mengganggu dan membahayakan pengendara,” katanya.

Karena itu, BARAH meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian pembangunan ruas jalan utama Kayoa–Kayoa Utara demi menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Meski menyampaikan kritik terhadap kondisi infrastruktur, Ady berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat segera merespons aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

“Dengan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, kami berharap kebutuhan masyarakat Kayoa dan Kayoa Utara bisa segera diakomodasi,” tutupnya.

Keterangan Foto: Kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Kayoa dan Kayoa Utara yang disebut masih berbatuan dan belum tuntas dibangun.

 

Penulis: Redaksi TrustActual.com

Sumber: Wawancara