TRUSTACTUAL.COM — Seorang wartawan media online Nalarsatu.com, Dahril Fardinan, mengaku menerima dugaan intimidasi melalui percakapan WhatsApp dari Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara), Risman Taha.
Peristiwa tersebut disebut bermula setelah Dahril mengunggah status atau story WhatsApp yang menampilkan dirinya bersama beberapa rekan organisasi, disertai tulisan bernada sindiran. Tidak lama kemudian, unggahan tersebut mendapat tanggapan dari terduga pihak yang bersangkutan.
Menurut pengakuan Dahril, dirinya menerima komentar hingga pesan pribadi yang dinilai bernada kasar dan mengandung ancaman.
“Awalnya saya posting foto di story WA. Di dalam foto itu ada saya, K Mito, dan senior di organisasi dengan hashtag ‘Kalau cuma angkat tangan sini juga bisa’. Tiba-tiba dia komentar ‘gosi’ dan berlanjut ke chat pribadi,” ujar Dahril kepada Trustactual.com. sebagaimana rilis diterima Redaksi (15/05)
Ia mengaku tidak memahami secara pasti persoalan yang memicu respons tersebut. Namun, dirinya merasa tidak nyaman setelah menerima pesan yang disebut mengarah pada ancaman kekerasan.
“Dia chat saya bilang ‘gosi’, lalu mengatakan mau datang ke rumah dan memukul saya. Saya sendiri tidak tahu persoalannya apa,” ungkapnya.
Dugaan intimidasi melalui media elektronik dapat berkaitan dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam Pasal 29 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE disebutkan bahwa setiap orang dilarang mengirimkan informasi elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara pribadi.
Sementara itu, sanksi pidana terhadap ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 45B UU ITE, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.
Selain itu, dugaan ancaman juga dapat dikaitkan dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan apabila memenuhi unsur hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Risman Taha belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi tersebut. Redaksi Trustactual.com masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Redaksi : Trustactual.com








Tinggalkan Balasan