Jakarta, TrustActual.com – Kepala Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Wadi Ishak, kembali tampil membawa suara dari desa-desa di Halmahera Selatan. Dalam pertemuan resmi di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes), ia menyuarakan langsung aspirasi 54 desa yang saat ini terdampak efisiensi Dana Desa tahap II yang belum dapat dicairkan.
Pertemuan berlangsung khidmat di ruang Menteri Desa, Yandri Susanto, sesaat setelah prosesi pelantikan. Dalam kapasitasnya sebagai Pengurus Pusat APDESI Merah Putih, Departemen Hubungan Antar Lembaga Komunikasi dan Informasi periode 2025–2030, Wadi Ishak menyampaikan secara terbuka kondisi real yang dialami desa-desa di Halmahera Selatan.
“Termasuk kami di Halmahera Selatan itu ada kurang lebih 57 desa. Dana desa yang Earmark sudah dicairkan, tetapi yang Non-Earmark belum. Informasinya kurang lebih Rp2 triliun terkena efisiensi,” ujar Wadi Ishak dalam forum tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi dengan KPPN belum memberikan kepastian terkait mekanisme atau keputusan Kementerian Keuangan mengenai pencairan dana tersebut. “Apakah dana itu bisa dicairkan atau bagaimana, kami belum mendapatkan kejelasan,” tambahnya di hadapan Menteri Desa.
Menanggapi penyampaian itu, Menteri Desa Yandri Susanto memberikan jawaban terbuka. Ia menyebutkan bahwa total dana yang belum cair secara nasional mencapai angka besar.
“Sebenarnya kurang lebih Rp10,4 triliun dana Non-Earmark yang belum cair di luar program nasional. Kemarin saya sudah bertemu Menteri Keuangan untuk mempertanyakan hal ini. Nanti di akhir November akan saya tanyakan lagi, apakah memungkinkan dicairkan atau tidak,” ujar Menteri Yandri.
Ia menegaskan komitmennya untuk kembali melakukan komunikasi lanjutan. “Nanti saya coba lagi komunikasi ke Menteri Keuangan, Pak Purbaya, karena ini sudah masuk dalam musyawarah desa,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wadi Ishak juga menyampaikan perkembangan pembangunan di Desa Dolik, salah satunya pembangunan Pasar Desa.
Tidak hanya Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, yang ditargetkan hadir dalam peresmian pasar tersebut. Kades Dolik juga resmi menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Desa.
“Kami telah membangun pasar desa di kampung dan berharap Pak Menteri Desa, Yandri Susanto, dapat berkunjung ke desa kami untuk meresmikan pasar tersebut,” ucap Wadi.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di Halmahera Selatan untuk memperoleh kejelasan mengenai nasib Dana Desa Tahap II, sekaligus memperkuat peran APDESI Merah Putih dalam mengawal hak-hak desa di tingkat nasional.
Redaksi: Raf – Trustactual.com








Tinggalkan Balasan