HALSEL, TrustActual.com — Pembangunan Jalan Lingkar Botang Lomang di Kecamatan Kepulauan Botang Lomang kini resmi memasuki tahap pembukaan badan jalan. Pada tahap awal, proyek ini telah membuka akses darat sepanjang kurang lebih 5 kilometer, menghubungkan Desa Bajo sebagai pusat pemerintahan kecamatan menuju Desa Tanjung Obit dan Prapakanda. Progres tersebut menjadi langkah penting yang sejak lama dinantikan warga, mengingat akses darat merupakan kebutuhan mendesak bagi mobilitas antardesa.

Perwakilan Pemuda dari berbagai desa di Botang Lomang menyerukan agar pembangunan jalan lingkar ini tidak berhenti hanya pada tahap pembukaan awal. Mereka menegaskan bahwa keberlanjutan proyek sangat menentukan masa depan konektivitas wilayah kepulauan tersebut.

“Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi kebutuhan hidup masyarakat. Kami membutuhkan akses yang menghubungkan desa ke desa lainnya. Jika proyek ini tuntas, mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan akan jauh lebih mudah,” ujar Kasbar, salah satu tokoh pemuda desa Sawangakar Pada Rabu, 03/12.

Para pemuda juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengulangi pengalaman panjang dan melelahkan seperti proyek PLTD Botang Lomang. Rencana pembangunan PLTD sudah dicanangkan sejak 2017, namun mesin baru tiba pada 2023. Hingga September 2025, pengadaan satu unit tambahan kembali dilakukan dan baru akan memasuki tahap uji coba 24 jam.

Proses yang memakan waktu bertahun-tahun itu menjadi catatan penting bagi masyarakat, terutama karena keterlambatan membuat pasokan listrik tidak stabil dan membatasi aktivitas warga.

“Pengalaman PLTD itu menjadi pelajaran besar buat kami. Kalau proyek dibiarkan terhenti, biasanya akan berlarut-larut tanpa kepastian. Kami tidak ingin Jalan Lingkar Botang Lomang mengalami hal yang sama,” tegas Masud, perwakilan pemuda Paisumbaos

Jalan Lingkar Botang Lomang diproyeksikan menjadi jalur utama mobilitas darat di wilayah kepulauan tersebut. Jalur ini akan membuka akses bagi distribusi hasil pertanian dan perikanan, mempermudah anak sekolah menuju pusat kecamatan, mendukung akses layanan kesehatan, hingga menjadi jalur evakuasi darurat. Selama ini masyarakat masih sangat bergantung pada transportasi laut yang rentan terganggu cuaca.

Dengan hadirnya jalan darat yang terkoneksi, pemuda berharap percepatan pemerataan pembangunan dapat dirasakan di pulau-pulau serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Fahrul Nadir, Salah seorang pemuda Botang Lomang meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan perhatian serius, memastikan pendanaan berkelanjutan, serta melakukan pengawasan yang ketat agar proyek tidak mandek di tengah jalan.

“Kami hanya berharap jalan ini benar-benar dituntaskan, supaya manfaatnya bisa dirasakan semua desa, Akses sementara hanya bisa di 4 Desa bagaimana dengan 3 desa lainya” tambah perwakilan pemuda tersebut.

Pembangunan Jalan Lingkar Botang Lomang kini menjadi simbol harapan generasi muda setempat. Mereka berharap proyek ini tidak hanya menjadi janji, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat kepulauan.

 

Redaksi : Raf – TrustActual.com