HALSEL, Trustactual.com – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, khususnya Desa Kampung Baru.
Penegasan tersebut disampaikan saat audiensi bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang (Hipmabol) Maluku Utara di ruang rapat Bupati Halsel, Rabu (14/01/2026). Sebagaimana rilis diterima Redaksi.
Dalam pertemuan itu, Hipmabol Maluku Utara menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Aspirasi tersebut meliputi kondisi infrastruktur jembatan, rumah tidak layak huni (RTLH), ketersediaan air bersih, kebutuhan listrik 24 jam di Desa Kampung Baru, serta pembangunan jalan lingkar Kecamatan Kepulauan Botang Lomang.
Ketua Umum Hipmabol Maluku Utara, Apriyadi Agus, mengatakan bahwa penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah asal mereka.
“Ini adalah bagian dari keluhan dan aspirasi masyarakat yang ingin kami sampaikan kepada Bupati agar menjadi perhatian Pemerintah Daerah Halmahera Selatan,” ujar Apriyadi.
Ia berharap berbagai persoalan tersebut dapat menjadi atensi pemerintah daerah demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Botang Lomang.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti hasil audiensi dan diskusi bersama Hipmabol Maluku Utara.
“Pada prinsipnya, semua aspirasi ini akan kita tindaklanjuti. Untuk rumah tidak layak huni, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman agar membentuk tim untuk melakukan pendataan dan segera mungkin diberikan bantuan,” jelas Bupati.
Bupati juga menyebutkan bahwa pembangunan jembatan di Desa Kampung Baru serta jalan lingkar Botang Lomang akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk jembatan dan jalan, kita akan menyesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia, mengingat adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp500 miliar,” ungkapnya.
Sementara terkait kebutuhan listrik 24 jam di Desa Kampung Baru, Bupati Bassam menegaskan akan melakukan koordinasi dengan pihak PLN.
“Kalau untuk listrik, itu menjadi kewenangan PLN, dan akan saya koordinasikan langsung dengan pihak terkait,” pungkasnya.
Sumber : BanoaTV
Redaksi : Raf – Trustactual.com








Tinggalkan Balasan