TRUSTACTUAL.COM — Polemik pelaksanaan event balap di jalan utama Kota Labuha mendapat respons dari masyarakat setelah sebelumnya muncul kritik terkait penggunaan fasilitas umum dan dugaan penarikan karcis yang mahal untuk masuk dalam area perlombaan.
Berbagai tanggapan warga bermunculan di media sosial sebagai respons atas sorotan yang lebih dulu mempertanyakan alasan event balap masih menggunakan badan jalan utama kota, padahal dinilai menghambat aktivitas perekonomian masyarakat.
Sejumlah warga menilai Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penyelenggaraan event balap yang hampir setiap tahun menggunakan akses publik sebagai arena perlombaan.
“Setiap tahun ada event balapan tapi tidak pernah berpikir untuk siapkan tempat khusus untuk lomba balapan,” tulis salah satu warga dalam komentarnya melalui Postingan Facebook.
Respons masyarakat juga mengarah pada Kesiapan panitia dalam hal menentukan fasilitas pendukung event tersebut yang tidak seharusnya menggunaan jalan umum secara terus-menerus.
“Kalau tara ada anggaran, jang ba gaya deng mo biking event road race/balap,” tulis akun anonim lainnya. Sabtu 16 Mei 2026.
Selain itu, sejumlah warga mengaku aktivitas mereka terganggu akibat penutupan jalan selama event berlangsung. Salah satu warga mengaku harus memutar jalur lebih jauh saat mengantar anak ke sekolah karena akses utama ditutup.
“Akhirnya torang pe anak-anak masuk skola me terlambat, su bagitu baru nonton balap musti bayar karcis,” tulis warga tersebut.
Komentar lain juga menyoroti potensi terganggunya akses kendaraan darurat (Ambulans) apabila terjadi kondisi mendesak saat perlombaan berlangsung di pusat kota.
Di tengah pro dan kontra yang berkembang, sebagian masyarakat tetap mendukung kegiatan balap sebagai wadah pembinaan bakat generasi muda. Namun warga berharap pemerintah daerah mulai memikirkan pembangunan arena permanen atau sirkuit khusus agar event otomotif dapat berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum dan aktivitas yang menunjang ekonomi warga.
Sebelumnya, kritik terhadap pelaksanaan balapan di jalan utama mencuat setelah adanya dugaan penjualan karcis masuk di area yang menggunakan fasilitas publik. Sorotan itu memicu diskusi luas di media sosial hingga memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah terkait mekanisme penggunaan jalan umum, dugaan penjualan karcis, maupun evaluasi penyelenggaraan event tersebut.
Redaksi: Tim TrustActual.com








Tinggalkan Balasan