Jakarta, TrustActual.com — Laporan terbaru OECD Education at a Glance 2025 mengungkap bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam hal capaian pendidikan tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju. Hanya 22,1 persen penduduk usia kerja di Indonesia yang memiliki gelar universitas, jauh di bawah rata-rata negara anggota OECD yang mencapai 39 persen.
Menurut laporan yang dikutip dari CNBC Indonesia, tiga negara dengan tingkat pendidikan tinggi tertinggi di dunia adalah Kanada, Irlandia, dan Korea Selatan, yang menempatkan investasi besar di bidang pendidikan sebagai fondasi ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.
Sementara itu, sebagian besar masyarakat Indonesia masih berhenti pada jenjang SMA (30,4 persen), dan hampir setengah populasi belum menamatkan pendidikan menengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, hanya 12,8 persen tenaga kerja Indonesia yang merupakan lulusan diploma atau sarjana. Adapun lulusan SD dan SMP masih mendominasi tenaga kerja formal maupun informal di berbagai sektor.
Pakar pendidikan menilai, rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia bukan semata-mata kegagalan sistem, melainkan sinyal bahwa percepatan pendidikan tinggi belum merata di seluruh wilayah.
Akses pendidikan tinggi masih terkendala oleh konektivitas digital, keterbatasan kampus di luar Pulau Jawa, serta minimnya fasilitas pendidikan vokasi.
“Ini bukan tanda kegagalan total, tetapi sinyal bahwa akselerasi pendidikan tinggi perlu dipercepat dan diperluas agar lebih merata,” tulis CNBC Indonesia dalam laporannya.
Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi (OECD 2025):
1. Kanada – 64,7%
2. Irlandia – 57,5%
3. Korea Selatan – 56,2%
4. Luksemburg – 54,4%
5. Inggris – 53,8%
6. Australia – 53,1%
7. Swedia – 51,8%
8. Amerika Serikat – 50,7%
9. Israel – 50,5%
10. Norwegia – 50,4%
11. Indonesia – 22,1%
Kesenjangan akses dan kualitas pendidikan tinggi menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi pemerintah. Jika tidak, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada daya saing tenaga kerja nasional di masa depan.
Sumber: Trustactual.com | Dikutip dari CNBC Indonesia








Tinggalkan Balasan