HALSEL, TrustActual.com –Puluhan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, terpaksa belajar di teras sekolah di bawah terik matahari. Kondisi memprihatinkan ini terjadi akibat pemalangan gedung sekolah oleh pemilik lahan sejak tahun 2023 yang hingga kini belum terselesaikan.
Pemalangan pertama dilakukan sejak tahun 2023 hingga kini di tanun 2025 dilakukan pemalangan lagi awal pemalangan terjadi di Bulan mei terhadap tiga ruang kelas. Akibatnya, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 harus digabung ke dalam tiga ruang tersisa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Namun, pada Oktober 2025, pemilik lahan kembali memalang tiga ruang kelas lainnya. Akibatnya, tidak ada lagi ruangan yang bisa digunakan untuk belajar, sehingga para siswa terpaksa duduk di lantai teras sekolah untuk menerima pelajaran.
Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat Desa Kubung yang menilai Kepala Desa Kubung, Masbul Hi. Muhammad, gagal Total menjalankan tanggung jawabnya terkait penyelesaian pembebasan lahan sekolah. Padahal, kesepakatan pembayaran lahan telah dijanjikan sejak 2023, namun hingga kini tak pernah terealisasi.
Kepala Sekolah MIS Kubung, Abdul Rasid Difinubun. S.Pd,I. Bersama Salah satu guru menyebutkan, kepala desa sudah berulang kali berjanji akan menyelesaikan pembayaran lahan melalui anggaran Dana Desa.
“Dari tahun 2023 sampai 2025 hanya janji terus. Sempat kami di undang di musdes 2025 dan disitu Sudah kami bahas di Musyawarah Desa (Musdes) dan masuk RKPDes, janjinya di Tahap 1 paska selesai tahap 1 dijanjikan lagi di tahap 2, tapi sampai saat ini tak ada realisasi sama sekali ahirnya pemilik lahan melakukan 0engalangan permanen” ujarnya.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kepala desa sempat menjanjikan pembayaran lahan akan dilakukan pada tahap I pencairan Dana Desa tahun 2025. Namun saat pencairan tiba, janji itu kembali ditunda ke tahap II. Hingga kini, pembayaran tak kunjung dilakukan, membuat pemilik lahan geram dan akhirnya menutup seluruh bangunan sekolah secara parmanen
Masyarakat Desa Kubung mengaku kecewa dan menilai pemerintah desa serta instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan dana desa yang hampir 4 tahun ini.
“Hampir 3 miliar dana desa digelontorkan dalam 3 tahun berjalan, tapi lahan sekolah tidak juga diselesaikan. Anak-anak jadi korban, belajar di bawah panas matahari,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Kini, bangunan MIS Kubung tampak terbengkalai seperti gedung di desa tak berpenghuni. Sementara para siswa tetap berusaha belajar di luar ruangan dengan kondisi serba terbatas. Situasi ini menjadi ironi di tengah semangat pemerintah pusat mendorong pemerataan pendidikan yang layak bagi seluruh anak Indonesia.
Anak-anak yang bersemangat belahar diputus semangatnya oleh pemerintah desa, serta instansi terkait, hanya karna lemahnya fungsi serta kontrol pemerintah daerah.
Bupati juga mendapatkan Kecaman dari ketidakberkembanya kasus tersebut yang ahirnya merembet kepada Nasip dan Cita-cita Anak negeri dari selatan pulau Bacan.
Kasus kades kubung yang sampai saat ini belum diselesaikan ini menjadi sebuah catatan buruknya kepemerintahan bassam Helmi, Dengan Program Agromaritimnya yag diandalkan terdapat pendidikan yang diabaikan.
Bahkan serasa pendidikan diinjak-injak ooeh oknum kepala desa, Hanya karna ketidak becusnya fungsi kontrol tersebut.
Redaksi: Trustactual.com








Tinggalkan Balasan