HALSEL, TrustActual.com – Polemik pelantikan kembali empat kepala desa oleh Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, kini memasuki babak yang lebih serius setelah pernyataan terbuka dari Safry Nyong, seorang pengacara yang akrab disapa Bung Sinyong, dalam forum Dialog Kepemudaan “Catatan Akhir Tahun 2025: Menggugat & Menggagas Masa Depan Halsel di Pundak Bassam–Helmi”, yang digelar pada 29 Desember 2025 di Kedai Fatimah, Desa Tomori.

 

Dalam forum yang dihadiri puluhan pemuda dan tokoh masyarakat tersebut, Safry dengan nada tegas menyatakan bahwa keputusan pelantikan empat kepala desa itu tidak lahir dari proses yang murni objektif, melainkan kuat dipengaruhi oleh “bisikan-bisikan dari belakang” yang kemudian, menurutnya, menyandera posisi politik dan moral Bupati Halmahera Selatan di tengah gejolak publik.

“Kebijakan ini bukan keputusan yang jernih. Ada terlalu banyak bisikan. Dan bisikan itu yang sekarang menyandera Bupati,” tegas Safry di hadapan peserta dialog.

Safry mengungkapkan, pandangan tersebut bukan asumsi kosong. Ia bersumber dari pertemuan langsung antara dirinya, Bupati Bassam, dan Maulana Parta yang juga sebagai host dialog tersebut pada beberapa pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, menurut Safry, terlihat jelas adanya arus masukan dan pengaruh dari lingkaran tertentu yang kemudian tercermin dalam kebijakan pelantikan, meskipun publik mengetahui telah ada putusan PTUN yang membatalkan pengangkatan keempat kepala desa tersebut melalui SK Nomor 131.

Empat kepala desa itu sebelumnya kalah dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan secara administratif telah dibatalkan melalui SK 131. Namun secara mengejutkan, mereka justru kembali dilantik oleh Bupati Halsel, sebuah langkah yang oleh banyak pihak dinilai:

  • Mengabaikan putusan hukum yang telah berkekuatan,
  • Melemahkan wibawa supremasi hukum, dan
  • Berpotensi melanggar prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Dalam pernyataan penutupnya, Safry menyampaikan pesan keras kepada pihak-pihak yang ia sebut sebagai “pembisik kekuasaan.”

“Kepada para pembisik, terlalu banyak advis yang kalian dorong hingga berimbas ke Bupati sendiri. Padahal, dua sosok ini menurut Bung Sinyong Pak Bassam dan Pak Helmi sangat komplit. Mereka bisa luar biasa kalau tidak ada pembisik,” ucap Safry, yang disambut perhatian serius peserta forum.

 

Pernyataan Safry membuka pertanyaan publik yang semakin menguat:

  • Siapa sebenarnya aktor di balik bisikan tersebut?
  • Kepentingan apa yang sedang bermain di balik pelantikan 4 kades ini?

Dan yang paling krusial:

  • Mengapa putusan pengadilan seolah tak lagi memiliki daya paksa?

TrustActual.com akan terus menelusuri rangkaian keputusan ini demi menjaga transparansi, supremasi hukum, dan kepentingan publik di Halmahera Selatan.

Redaksi : Raf – Trustactual.com