HALSEL, TrustActual.com — Aspal di ruas Kompleks Habibi–Pantai Mongga, Desa Labuha, Halmahera Selatan, belum genap berusia beberapa bulan. Namun permukaannya sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Di sejumlah titik, lapisan jalan mudah terkelupas hanya oleh tekanan standar sepeda motor. Lubang kecil muncul, serpihan aspal berserak.
Fenomena itu memunculkan pertanyaan serius tentang mutu pekerjaan infrastruktur yang dikelola oleh Dinas Bina Marga Halmahera Selatan.
Dari pengamatan di lapangan pada tanggal 20 Desember 2025, aspal tampak tidak padat. Tekstur permukaan rapuh. Daya rekatnya lemah. Sebuah indikasi bahwa kualitas perkerasan tidak sesuai dengan ketahanan yang seharusnya dimiliki jalan umum.
Proyek tersebut berada di kawasan padat aktivitas warga. Jalan ini menjadi akses utama masyarakat di sekitar Pelabuhan Habibi, Area Pasar dan Lebih parah Wilayah ini terdapat dibagian Pusat Kota Labuha.
Kerusakan dini semacam ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Media TrustActual.com telah mengajukan permintaan konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Halmahera Selatan beberapa minggu lalu. Tak ada jawaban hingga kini.
Keheningan itu justru memperlebar tanda tanya.
Publik wajar menuntut kejelasan:
- siapa kontraktor pelaksana proyek
- bagaimana pengawasan dilakukan
- apakah spesifikasi teknis dipatuhi
- apakah uji mutu telah dilaksanakan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
Jika sebuah jalan tak sanggup menahan tekanan ringan kendaraan roda dua, maka ketahanan strukturalnya patut diragukan.
Infrastruktur dibangun bukan untuk sekadar terlihat selesai. Ia harus bertahan, melayani, dan melindungi pengguna jalan.
Tanpa itu, aspal hanyalah lapisan tipis di atas persoalan yang lebih tebal.
Redaksi : Raf – Trustactual.com








Tinggalkan Balasan