HALTENG, Trustactual.com — Pelayanan di salah satu loket outlet J&T Express di wilayah Lelilef Waibulen, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, dikeluhkan warga. Antrian panjang disebut terjadi sejak pagi hingga siang hari tanpa kepastian waktu pelayanan yang jelas.

Outlet tersebut merupakan salah satu titik layanan publik untuk pengambilan dan pengiriman barang, terutama pesanan masyarakat melalui platform belanja daring seperti Lazada dan Shopee. Namun, tingginya jumlah pengunjung diduga tidak diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang memadai.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku telah datang sejak pukul 09.10 WIT untuk mengambil barang pesanannya. Saat tiba, ia mendapati antrian sudah cukup panjang.

“Saya datang jam sembilan lewat sepuluh menit, tapi sudah banyak yang antri. Menunggu lama sekali. Harusnya barang sudah siap diantar ke alamat, bukan kita yang antri berjam-jam di loket,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi tersebut semakin melelahkan karena terjadi pada bulan Ramadan. Bahkan, ia sempat meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat Zuhur dan kembali lagi ke outlet, namun antrian masih tetap panjang.

Menurutnya, pelayanan menjadi lambat saat petugas menutup jendela loket dan sibuk mencari barang pesanan di dalam ruangan, sementara warga tetap menunggu tanpa kepastian.

“Dari pagi sampai siang orang-orang hanya menunggu. Pelayanannya kurang baik, tenaga kerja juga sepertinya kurang,” tambahnya.

Sejumlah warga lain yang berada di lokasi juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka berharap pihak manajemen J&T Express di Lelilef Waibulen dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, termasuk penambahan karyawan atau perbaikan mekanisme distribusi barang agar tidak terjadi penumpukan pengambilan di outlet.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak J&T Express terkait keluhan masyarakat tersebut.

 

Redaksi: Raf Trustactual.com