TRUSTACTUAL.COM — Pergantian kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Halmahera Selatan akhirnya mencapai titik terang. Yusri Dukomolamo resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan, menyusul pengunduran diri Hasbin Umsohi dari jabatan tersebut.
Keputusan ini menandai berakhirnya fase stagnasi organisasi pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), sekaligus menjadi momentum awal bagi upaya konsolidasi internal.
Pengunduran diri Hasbin disampaikan secara langsung dalam forum rapat yang digelar di Sekretariat GMNI Halsel tepat di Desa Kampong Makeang Kec Bacan Selatan.
Forum tersebut dihadiri oleh pengurus cabang dan anggota. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar dan bertanggung jawab.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan. Pernyataan ini saya sampaikan secara resmi di hadapan seluruh pengurus cabang dan anggota,” ujar Hasbin.
Langkah tersebut dinilai sebagai respons atas kondisi organisasi yang membutuhkan kepemimpinan aktif dan progresif. Minimnya aktivitas kepemimpinan sebelumnya menjadi sorotan kader dan memicu evaluasi terbuka dalam forum resmi.
Secara organisatoris, keputusan ini dianggap penting untuk mencegah kevakuman yang berpotensi melemahkan struktur dan menggerus kepercayaan kader.
Hasbin menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan bentuk penghindaran tanggung jawab, melainkan upaya menjaga stabilitas organisasi. Ia berharap kepemimpinan selanjutnya mampu mengembalikan soliditas dan arah gerakan GMNI di daerah.
Menindaklanjuti hal tersebut, forum rapat secara kolektif menetapkan Yusri Dukomolamo sebagai Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan melalui mekanisme internal organisasi yang sah.
Sebagai pimpinan baru, Yusri dihadapkan pada tantangan besar untuk menghidupkan kembali dinamika gerakan kader yang sempat melemah. Ia menyatakan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi total.
“Kepemimpinan ini bukan soal jabatan, tetapi tanggung jawab perjuangan. GMNI harus kembali hadir sebagai kekuatan rakyat, bukan sekadar simbol organisasi. Konsolidasi akan menjadi langkah awal,” tegas Yusri kepada media Trustactual.com
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi titik balik bagi GMNI Halmahera Selatan untuk memasuki fase baru yang lebih aktif, terarah, dan responsif terhadap isu-isu kerakyatan.
Publik dan kader kini menanti langkah konkret dari kepemimpinan baru dalam mengembalikan marwah GMNI sebagai organisasi perjuangan yang berpihak pada rakyat.
Dengan demikian, secara sah dan organisatoris, tongkat estafet kepemimpinan DPC GMNI Halmahera Selatan kini berada di tangan Yusri Dukomolamo, membuka babak baru perjuangan yang lebih progresif.
Penulis: Redaksi TrustActual.com
Sumber: Hasil rapat internal DPC GMNI Halmahera Selatan








Tinggalkan Balasan