JAKARTA, Trustactual.com — Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten terus mematangkan konsolidasi menuju Musyawarah Besar (Mubes) Ke-I dan Deklarasi Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026. Agenda tersebut diproyeksikan tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, tetapi momentum menyatukan gagasan, memperkuat persaudaraan, sekaligus merumuskan arah gerakan pemuda Fagogoru di tanah rantau.

Mubes Ke-I dinilai menjadi langkah penting dalam membangun fondasi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar identitas dan nilai-nilai Fagogoru. Di tengah perubahan sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan yang berlangsung cepat, pemuda Fagogoru didorong mengambil posisi sebagai subjek yang mampu membaca perubahan, menyampaikan gagasan, mengawal kepentingan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal dan kehidupan kebangsaan.

Koordinator Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten, Riswan Sanun, menegaskan bahwa Mubes Ke-I harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif pemuda Fagogoru. “Kita tidak sedang membangun organisasi hanya untuk memiliki struktur dan kepengurusan. Kita sedang membangun kesadaran kolektif. Fagogoru harus menjadi kekuatan moral, intelektual dan sosial yang mampu mengikat pemuda dalam satu semangat persaudaraan dan tanggung jawab terhadap masa depan,” tegas Riswan.

Menurut Riswan, identitas Fagogoru tidak boleh berhenti sebagai simbol budaya atau slogan dalam ruang-ruang pertemuan. Nilai tersebut harus diterjemahkan menjadi etika gerakan dan keberanian mengambil tanggung jawab sosial. “Pemuda Fagogoru harus berani berpikir, berani bersuara, dan berani mengambil tanggung jawab. Kita tidak boleh menjadi generasi yang hanya bangga dengan identitas, tetapi tidak memiliki gagasan tentang masa depan,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pemuda Fagogoru di wilayah Jabodetabeka-Banten memiliki posisi strategis karena berada di pusat dinamika nasional. Ruang perantauan, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, membangun jaringan, memperkuat kapasitas, serta melahirkan gagasan yang dapat dibawa pulang untuk kepentingan daerah dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mubes Ke-I dan Deklarasi Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten, Arahyl Made, memastikan panitia terus melakukan konsolidasi untuk mematangkan seluruh rangkaian kegiatan. Ia menegaskan Mubes harus menjadi ruang demokrasi pemuda, bukan sekadar forum memilih ketua atau membentuk kepengurusan. “Kita ingin Mubes ini menjadi ruang pertarungan gagasan, bukan pertarungan kepentingan pribadi. Silakan berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Karena kekuatan Fagogoru justru terletak pada kemampuan kita merawat perbedaan dalam satu ikatan persaudaraan,” tegas Arahyl.

Arahyl mengajak seluruh pemuda Fagogoru mengambil bagian dalam proses konsolidasi menuju pelaksanaan Mubes dan deklarasi tersebut. Menurutnya, organisasi yang kuat hanya dapat lahir dari partisipasi dan kesadaran bersama. Dari tanah rantau, Pemuda Fagogoru ingin menegaskan bahwa identitas tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus diperjuangkan; persaudaraan tidak hanya dirayakan, tetapi harus diwujudkan; dan masa depan tidak sekadar dibicarakan, melainkan mulai dibangun melalui gerakan bersama.