HALSEL, Trustactual.com — Keluhan terhadap layanan jaringan telekomunikasi (BTS) kembali disuarakan masyarakat di wilayah Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Sabtu, 19/09/2026. Warga mengeluhkan jaringan di desa bajo yang kerap mati berhari-hari bahkan Bisa sampai Berminggu.
Keluhan tersebut bukan hanya terkait jaringan yang tiba-tiba terputus, tetapi juga lamanya waktu pemulihan. Warga menyebut dalam kondisi tertentu jaringan dapat mati hingga empat sampai lima hari bahkan minggu, sebelum kembali normal, itupun Normalnya paling 1-2 Jam . Kondisi itu membuat aktivitas komunikasi masyarakat ikut terganggu, terutama ketika membutuhkan jaringan untuk berkomunikasi atau bekerja maupun mengakses layanan melalui internet.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Redaksi Trustactual.com kemudian menghubungi pengelola tower untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus memastikan apakah persoalan tersebut memang berkaitan dengan kondisi perangkat pendukung tower. Konfirmasi dilakukan kepada Asrul M. Kamarullah, selaku pengelola tower, pada Sabtu (19/9/2026). Via Whatsapp.
Asrul membenarkan bahwa mesin genset yang menjadi salah satu pendukung operasional tower sering mengalami mati. Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena adanya masalah pada mesin, khususnya oli yang keluar melalui radiator.
“Iya betul, mesin sering mati. Kendala mesin gensetnya, oli keluar dari radiator. Jadi saya tidak bisa paksakan, takutnya rusak parah. Oli kering terus, satu hari sampai dua kali penambahan,” ujar Asrul.
Selain persoalan oli, Asrul menjelaskan sistem pendingin genset juga mengalami kendala. Air radiator disebut harus kembali ditambahkan dalam waktu sekitar 10 menit. Jika dipaksakan beroperasi lebih lama, mesin kembali mati.
“Baru air radiatornya 10 menit harus tambah. Lewat dari 10 menit, genset langsung mati,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, Asrul mengaku dirinya diminta mencari genset pengganti, namun kesulitan mendapatkan genset dengan kapasitas besar di wilayah Botang Lomang.
“Saya disuruh cari genset, cuma di sini genset tidak ada yang besar,” ungkapnya.
Asrul juga menyebut dirinya sedang berusaha menangani kondisi mesin genset tersebut. Namun, hingga konfirmasi dilakukan, belum ada kepastian mengenai waktu genset dapat kembali berfungsi normal maupun kapan jaringan akan kembali stabil sepenuhnya.
Dengan adanya keluhan masyarakat dan pengakuan pengelola mengenai kondisi genset, persoalan tersebut kini membutuhkan penanganan lebih lanjut. Terutama terkait ketersediaan genset pengganti, teknisi pemeliharaan, serta pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi kerusakan pada infrastruktur pendukung tower.
Trustactual.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan dan pemeliharaan tower tersebut, termasuk langkah yang disiapkan agar gangguan jaringan tidak kembali berlangsung selama berhari-hari.







Tinggalkan Balasan