HALSEL, Trustactual.com – Pertandingan final turnamen sepak bola di Desa Sagalawele, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Senin (7/9/2026), berujung kericuhan antara suporter Desa Laluin dan Desa Orimakurunga.

Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan seorang warga Desa Laluin, Karmil Bakar, mengalami kondisi serius. Karmil disebut belum sadarkan diri dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

Informasi mengenai kondisi korban tersebut disampaikan pihak keluarga dan pemerintah Desa Laluin. Namun, hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti korban hingga mengalami kondisi tersebut serta pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.

Kronologi Kericuhan

Peristiwa bermula saat pertandingan final sepak bola berlangsung di Desa Sagalawele, Kecamatan Kayoa Selatan, Senin (7/9/2026). Laga tersebut mempertemukan tim yang didukung masyarakat Desa Laluin dan Desa Orimakurunga.

Dalam perjalanan pertandingan, terjadi kericuhan yang melibatkan suporter kedua desa. Situasi kemudian disebut memanas dan berujung pada dugaan tindakan kekerasan terhadap Karmil Bakar.

Setelah kejadian, kondisi Karmil dilaporkan serius hingga harus mendapatkan perawatan medis. Korban kemudian menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

Kondisi korban yang disebut belum sadarkan diri dan dalam keadaan koma tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat Desa Laluin terhadap kemungkinan meluasnya persoalan menjadi konflik antar-kampung.

Namun, detail mengenai siapa yang pertama kali memicu kericuhan, bagaimana rangkaian kejadian hingga korban mengalami cedera, serta siapa pihak yang diduga melakukan pemukulan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian dan keterangan saksi.

Kades Laluin Minta Polisi Bergerak Cepat

Kepala Desa Laluin, Viki Salamat, meminta aparat kepolisian segera menangani kasus tersebut secara serius dan profesional.

Menurut Viki, persoalan tersebut harus segera diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar antara masyarakat Desa Laluin dan Desa Orimakurunga.

“Kami mendesak pihak kepolisian agar segera menangani masalah ini dengan cepat. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut karena kami khawatir akan terjadi persoalan yang lebih besar antar-kampung,” tegas Viki Salamat.

Ia juga mengimbau masyarakat kedua desa untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Polisi Diminta Identifikasi Pihak yang Terlibat

Kondisi Karmil yang disebut masih dalam keadaan koma membuat penanganan kasus ini dinilai perlu dilakukan secara cepat.

Polsek Kayoa didesak segera mengklarifikasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, mengidentifikasi pihak yang terlibat dalam kericuhan serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka atau kondisi serius, proses hukum diharapkan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah cepat kepolisian juga dinilai penting untuk mencegah munculnya aksi balasan maupun konflik lanjutan antarkelompok masyarakat.

Panitia Turnamen Diminta Jelaskan Pengamanan

Selain aparat kepolisian, panitia turnamen sepak bola Desa Sagalawele juga dinilai perlu memberikan penjelasan mengenai sistem pengamanan selama pertandingan final berlangsung.

Pertandingan yang mempertemukan dua desa dengan jumlah pendukung yang cukup banyak semestinya memiliki langkah antisipasi terhadap potensi gesekan antar-suporter.

Karena itu, panitia diharapkan menjelaskan apakah sebelum pertandingan telah dilakukan koordinasi dengan aparat keamanan, bagaimana pengamanan di lokasi pertandingan, serta langkah apa yang dilakukan ketika kericuhan mulai terjadi.

Keterangan panitia penting untuk mengetahui apakah insiden tersebut terjadi secara spontan atau terdapat faktor lain yang sebelumnya sudah berpotensi menimbulkan konflik.

Kapolsek Kayoa Belum Memberikan Respons

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Kayoa IPDA Sukardi Sain, S.Ip belum memberikan respons atas upaya konfirmasi wartawan terkait insiden tersebut.

Konfirmasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, langkah kepolisian, kemungkinan adanya laporan polisi, pihak-pihak yang telah dimintai keterangan, serta perkembangan penanganan dugaan kekerasan terhadap Karmil Bakar.

Belum adanya keterangan resmi dari kepolisian membuat sejumlah fakta dalam peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Masyarakat berharap aparat dapat segera memberikan kejelasan dan menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, serta tidak membiarkan persoalan berkembang menjadi konflik antar-kampung.

Di sisi lain, masyarakat Desa Laluin dan Desa Orimakurunga juga diharapkan tetap menahan diri dan menyerahkan penanganan dugaan tindak kekerasan kepada aparat penegak hukum.

Turnamen sepak bola yang semestinya menjadi ruang hiburan dan mempererat persaudaraan antarmasyarakat diharapkan tidak berubah menjadi sumber konflik berkepanjangan.

 

Redaksi: Raf Trustactual.com