TERNATE, Trustactual.com – BADKO HMI Maluku Utara melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah menyampaikan keprihatinan atas tragedi meninggalnya seorang pria di Bali yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa setelah dituduh mencuri seekor ayam. Organisasi tersebut menilai peristiwa yang menyisakan tangisan seorang anak perempuan yang kehilangan ayahnya menjadi potret persoalan keadilan dan sistem sosial yang perlu dievaluasi.

Buhdi N. Abubakar selaku Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah BADKO HMI Maluku Utara mengatakan, video yang memperlihatkan tangisan anak korban telah menyentuh nurani masyarakat. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar kasus dugaan pencurian, tetapi juga mencerminkan persoalan kemiskinan, penegakan hukum, dan keadilan sosial.

“Kita perlu merenungkan, apakah nilai sebuah nyawa kini begitu murah hingga harus hilang karena dugaan pencurian seekor ayam. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem kehidupan kita,” ujar Buhdi.

Ia menjelaskan, jika ditinjau dari perspektif Islam, kemiskinan dan kriminalitas tidak hanya dipandang sebagai kesalahan individu, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Buhdi, Islam mewajibkan negara memenuhi kebutuhan pokok rakyat, seperti pangan, sandang, dan papan. Ia berpendapat bahwa apabila seseorang terpaksa mencuri karena kondisi kelaparan, maka kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap tanggung jawab negara sebelum menjatuhkan hukuman kepada pelaku.

Selain itu, Buhdi menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan. Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku dan diputuskan oleh lembaga peradilan, bukan melalui tindakan kekerasan oleh masyarakat.

“Jika seseorang diduga melakukan pencurian, maka harus diadili secara adil berdasarkan bukti, bukan dipukuli hingga kehilangan nyawa. Penegakan hukum merupakan kewenangan negara, bukan massa,” katanya. Sebagaimana rilis diterima Redaksi

Buhdi menilai tangisan anak korban merupakan simbol kegagalan sistem dalam melindungi harkat dan martabat manusia. Ia mengkritik sistem yang dinilainya belum mampu menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat, sehingga masih ada warga yang terjerumus dalam kemiskinan.

Dalam pernyataannya, Buhdi juga menyampaikan pandangannya bahwa sistem Islam dalam naungan khilafah merupakan solusi yang diyakininya mampu menjamin kesejahteraan rakyat, mencegah tindakan main hakim sendiri, serta menghadirkan penegakan hukum yang adil. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber.

BADKO HMI Maluku Utara berharap tragedi di Bali menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat miskin, serta membangun sistem yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.

 

Redaksi : Iwan Trustactual.com